Pantai Pok Tunggal

0
66

Pantai Pok Tunggal
Gunungkidul menyimpan banyak keindahan alam bak surga dunia, mulai dari goa, gunung hingga pantainya sangat lestari. Sebut saja Pantai Pok Tunggal yang karena keindahannya hingga sering dijuluki sebagai Pantai Kuta ala Gunungkidul.
Bagi anda yang penasaran akan keindahan dari pantai kuta ala Gunungkidul ini, silahkan simak ulasan singkat mengenai kecantikan dan hal menarik lainnya seputar pantai Pok Tunggal Yogyakarta berikut ini.
Hal Menarik di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul
Pantai yang terletak di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul ini mempunyai cerita atau sejarah yang menarik. Di mana kala itu masyarakat Kalurahan Tepus sangat kesulitan dalam mendapatkan sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Mereka terus mencari sumber air bersih untuk mencukupi kebutuhan mereka hingga ke seluruh wilayah mereka. Setelah mereka lelah menyusuri wilayah utara dan hasilnya nihil, mereka kemudian menyusuri bagian pesisir selatan.
Dan akhirnya tepat di pok/ujung bagian selatan wilayah mereka berhasil menemukan sumber mata air. Sumber mata air yang berada di pinggiran pantai tersebut hanya satu-satunya di wilayah tersebut hingga akhirnya nama Pok Tunggal disematkan pada wilayah pantai tersebut.
Akses ke Destinasi Wisata Pantai Pok Tunggal
Destinasi wisata Pok Tunggal berada di sisi sebelah selatan Kabupaten Gunungkidul, jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor memakan waktu kurang lebih 1 jam dari pusat kota Wonosari. Jalur aspal berliku akan menyajikan suasana asri yang menyejukkan mata.
Kamu bisa menggunakan jasa rental mobil di jogja dengan sopir atau lepas kunci jika ingin mengunjungi tempat wisata ini.
Apa Saja yang ada di Pok Tunggal?
Banyak yang ketagihan dan ingin kembali lagi setelah menginjakkan kaki di obyek wisata Pok Tunggal, berikut beberapa alasan yang bisa membuat anda rindu dengan salah satu destinasi unggulan Gunungkidul ini.

Pohon unik icon Pok Tunggal

Selain bisa menikmati suasana pantai yang mirip dengan pantai Kuta yang ada di Bali, seperti pasir putih yang romantis, hamparan laut dengan ombak yang selalu membelai tepian pantai, beragam kuliner dan oleh-oleh khas Gunungkidul juga bisa anda temui di destinasi wisata ini.
Selain akan dimanjakan dengan panorama pantai yang sangat indah, anda juga bisa menemukan beberapa spot wisata yang mungkin tak akan bisa anda temui di tempat lain. Yang paling menarik adalah pohon endemik Jawa yang hanya tumbuh di tempat ini.
Namanya “Pohon Duras”, Pohon yang memiliki ciri bentuk daun yang kecil dan lebat pada setiap tangkainya. Tangkai dari pohon ini juga berbentuk unik, yakni menyebar ke segala arah sehingga membentuk gerombolan yang besar.
Pohon Duras memiliki bunga yang cantik berwarna kuning kemerahan yang akan mekar pada saat pergantian musim antara kemarau ke musim hujan. Jika anda menjejakkan kaki di Pok Tunggal maka akan disambut oleh keindahan pohon unik yang satu ini.

Bukit Sajen

Bukit yang berupa batuan yang besar dengan bagian atas yang lumayan datar ini biasa digunakan untuk menempatkan sesajen saat upacara adat atau bersih pantai yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Letak Bukit Sajen ini berada di sisi barat obyek wisata Pok Tunggal, lokasi ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai spot foto. Namun sangat disarankan untuk selalu berlaku sopan ketika di tempat ini.

Watu Bolong

Salah satu daya tarik dari pantai yang terletak di Kelurahan Tepus ini adalah spot yang bernama Watu Bolong. Yakni batu karang yang mempunyai rongga atau lubang di bagian tengahnya yang sangat bagus untuk latar pengambilan gambar.
Harga Tiket Masuk Pok Tunggal
Untuk masuk ke lokasi Pok Tunggal anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp 10.000,00 saja. Ada beberapa fasilitas yang tersedia, seperti masjid, rumah makan, homestay, kamar mandi, parkir luas  hingga camping area.
Mengunjungi Yogyakarta tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi keindahan panorama Pantai Pok Tunggal ini. Untuk itu jangan lupa memasukkan Pok Tunggal Gunungkidul dalam list destinasi wisata anda.
The post Pantai Pok Tunggal appeared first on Matasanos.org.

fuente: Sekar Dwi Putri